Jakarta, 03/06/2010 MoF (Fiscal) News - Kementerian Keuangan yang diwakili Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Rahmat Waluyanto dan Agence Française de Développement (AFD) diwakili oleh Joel Daligault menandatangani MOU pinjaman USD 50 juta untuk listrik Jawa-Bali, Kamis (3/6) di Gedung A.A. Maramis Lantai 3.
Tujuan penandatanganan MoU ini adalah untuk meningkatkan efisiensi energi jaringan distribusi listrik yang akan berdampak positif terhadap emisi CO2. Pada tahun 2008 kerugian teknis atas jaringan listrik di Indonesia mencapai 10,5 persen dimana 8,5 persennya untuk distribusi. "MoU dilakukan karena jaringan-jaringan kelistrikan yang sudah lama hampir kelebihan muatan sehingga berakibat tingginya tingkat kerugian dan rendahnya kualitas penyediaan tenaga ke pelanggan, untuk itu perlu investasi besar dilakukan dalam memenuhi sistem distribusi," ungkap Direktur Operasi PLN Jawa-Bali Ngurah Adnyana.
Ngurah menjelaskan, pinjaman ini nantinya akan membiayai perbaikan jaringan distribusi di lima wilayah PLN pulau Jawa dan Bali dengan pemasangan transformator (trafo) dan kapasitor baru serta antaran yang baru untuk konfigurasi ulang jaringan. "Proyek ini akan dimulai setelah ditandatangani semua surat-suratnya. Jika bulan depan mulai maka akan selesai di 2012 dan sekarang kita sudah menyiapkan trafo dan kabelnya tinggal di lelang saja," pungkasnya.(DM)






Jl. Milono No. 02 Tanjung Redeb / 77312
Tel: 0554-26818 Fax: 0554-26819 e-mail: info@kppn-tanjungredeb.net