Last update11:06:30 AM GMT

You are here Berita Nasional DJPBN Sri Mulyani : Reformasi Tidak Berhenti Karena Pimpinannya Berganti

Sri Mulyani : Reformasi Tidak Berhenti Karena Pimpinannya Berganti

Email Cetak PDF
Add Comment
feed
bold
italicize
underline
strike
url
image
quote
smile
wink
laugh
grin
angry
sad
shocked
cool
tongue
kiss
cry
busy

Jakarta, perbendaharaan.go.id -Selama menjabat sebagai Menteri Keuangan, Sri Mulyani mengakui memberikan perhatian Kepada Ditjen Perbendaharaan yang merupakan inti dari reformasi keuangan Negara. Untuk itu Beliau begitu tekun, teliti dan detail dalam mengikuti dinamika persoalan maupun perkembangan serta reformasi yang terjadi di Ditjen Perbendaharaan. Hal tersebut disampaikan dalam sambutan pelantikan pejabat Eselon II lingkup Kementerian Keuangan, Rabu (12/5), di Gedung Kemenkeu Jakarta.

“Saya tahu perubahan culture, perubahan organisasi, bahkan perubahan fungsi dan peran itu tidak mudah. Dan oleh karena itu, saya hormati seluruh jajaran Direktorat Jenderal Perbendaharaan, mencoba terus untuk merespon, disatu sisi untuk terus menterjemahkan apa yang menjadi tujuan, esensi dari Undang-undang Keuangan Negara, Undang-undang Perbendaharaan Negara, Undang-undang mengenai Pertanggungjawaban Keuangan Negara secara sehakiki mungkin.” Ungkap Sri Mulyani.

Dalam kesempatan tersebut pula, langkah-langkah perubahan pelayanan yang ada dalam organisasi Ditjen Perbendaharaan mendapat apresiasi positif. Hal tersebut, dinilai oleh beliau sebagai langkah yang konsisten sehingga patut untuk dilanjutkan, dengan memonitor secara ketat jajaran Ditjen Perbendaharaan dalam pencapaian sasaran pelayanan yang terbaik, kenaikan disiplin serta produktifitas.

Dalam hal manajemen sumber daya manusia, Sri Mulyani yang dalam waktu dekat akan melepas jabatannya sebagai Menteri Keuangan, menganggap perlu sebuah rencana ambisius dalam merekrut, maupun mendidik, dan mengembangkan sumber daya manusia yang sudah ada. Hal itu merupakan modal dalam menciptakan organisasi yang dinamis sesuai misi dan fungsi sebagai bendahara umum Negara.
Lebih lanjut beliau mengatakan, “Saya mendengar untuk pelayanan sudah semakin baik, apalagi kalau pakai otomatisasi dan sistem manajemen Front Ofice, Middle, dan Back Office. Saya juga yakin korupsi sudah sangat menurun, kalau bisa dikatakan moga-moga nol.”  Beliau juga menambahkan, “Saya anggap dalam hal ini, apa yang dilakukan di Direktorat Jenderal Perbendaharaan untuk memperbaiki governance, bisnis proses, maupun dalam memberikan reward dan punishment sudah berjalan cukup baik dan perlu untuk diteruskan.”

Tidak lupa pula  Menteri Keuangan mengingatkan kembali komitmen bersama untuk menjaga proses reformasi birokrasi, sebagai panggilan dan harapan dari masyarakat untuk terus melihat Kementerian Keuangan sebagai icon positif dalam reformasi.
“Reformasi adalah kebutuhan organisasi, dia tidak berhenti karena pimpinannya berganti, karena dia ada dalam jiwa dan ruh dari organisasi itu.” Tegas beliau.

Di akhir samabutan beliau menyampaikan, “Kemenangan itu adalah apabila kita tidak pernah menghianati kebenaran. Kemenangan itu adalah apabila kita tidak pernah melukai dan menodai hati nurani kita.”

Tentu kalimat tersebut akan menjadi inpirasi bagai seluruh jajaran Ditjen Perbendaharaan dalam menjalankan tugas sebagai pejabat yang berorientasi pada kemenangan, kebenaran, nurani, dan martabat diri.

Oleh : Novri H.S. Tanjung dan Tino A. Prabowo – Media Center Ditjen Perbendaharaan

Comments (0)

Write comment