Last update01:11:19 PM GMT

You are here Berita Nasional Lain-Lain

Lain-lain

PENGUMUMAN LELANG KPPN TANJUNG REDEB

Email Cetak PDF

PENGUMUMAN PELELANGAN UMUM DENGAN PASCAKUALIFIKASI

Nomor:01/PBJ/Eproc/2012

 

Panitia Pengadaan Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara akan melaksanakan Pelelangan Umum dengan pascakualifikasi untuk paket  Pekerjaan Perluasan Ruangan Arsip Aktif KPPN Tanjung Redeb secara elektronik sebagai berikut:

 

1.    Paket Pekerjaan

Nama paket pekerjaan        : Perluasan Ruangan Arsip Aktif KPPN Tanjung Redeb Tahun Anggaran 2012

Lingkup pekerjaan               :  Pelaksanaan Rehabilitasi gedung milik Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjung Redeb sebagaimana tercantum dalam spesifikasi teknis dan Gambar Rencana .

Nilai total HPS                     : Rp 672.333.000,- (Enam ratus tujuh puluh dua juta tiga ratus tiga puluh tiga ribu rupiah)

Sumber pendanaan              : DIPA Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjung Redeb Tahun Anggaran 2012

 

2.    Persyaratan Peserta

Paket pengadaan ini terbuka untuk penyedia barang/jasa yang teregistrasi pada Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) dan memenuhi persyaratan yaitu memiliki kualifikasi/klasifikasi usaha kecil dan bergerak pada bidang/subbidang Bangunan – bangunan non Perumahan lainnya termasuk perawatannya

 

3.    Pelaksanaan Pengadaan

Pengadaan ini dilaksanakan secara elektronik dengan mengakses aplikasi Sistem Pengadaan Secara Elektronik (aplikasi SPSE) pada alamat website LPSE: http://www.lpse.depkeu.go.id

4.    Jadwal Pelaksanaan Pengadaan:

Dapat dilihat pada website LPSE.

 

5.   Dokumen Pengadaan diambil dalam bentuk softcopy melalui aplikasi SPSE

 

Demikian disampaikan untuk menjadi perhatian.

Tanjung Redeb,   Maret 2012

 

Panitia Pengadaan Barang/Jasa

Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Tanjung Redeb


Untuk Ke-10 Kalinya BI Rate Tetap

Email Cetak PDF

JAKARTA, KOMPAS.com — Bank Indonesia untuk ke-10 kalinya kembali mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di posisi 6,5 persen. Hal itu diambil dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia, Kamis (3/6/2010).

"Keputusan tersebut diambil setelah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap perkembangan terkini dan prospek perekonomian yang secara umum menunjukkan perkembangan yang terus membaik," sebut Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah NK Makhijani dalam siaran pers Bank Indonesia.

Dewan Gubernur, lanjutnya, memandang BI Rate pada level tersebut masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi tahun 2010 dan 2011 sebesar 5 persen plus minus 1 persen, serta masih kondusif bagi upaya memperkuat proses pemulihan perekonomian.

"Selain itu, keputusan tersebut juga konsisten dengan upaya menjaga stabilitas keuangan di dalam negeri di tengah meningkatnya risiko ketidakpastian akibat krisis utang yang dialami Yunani dan sejumlah negara di Eropa," demikian Dyah.

Posisi 6,5 persen in bertahan sejak 5 Agustus 2009.

Cadangan Devisa Susut 4 Miliar Dollar AS

Email Cetak PDF

JAKARTA, KOMPAS.com - Cadangan devisa mengalami penurunan dibandingkan bulan April 2010 yang mencapai posisi tertinggi pada 78,6 miliar dollar AS.  Berdasarkan siaran pers Bank Indonesia cadangan devisa per 31 Mei 2010 tercatat 74,6 miliar dollar AS atau turun 4 miliar dollar AS dibandingkan bulan lalu.

Menurut Direktur Direktorat Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI Dyah N.K. Makhijani, posisi tersebut setara dengan pembayaran 5,87 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri Pemerintah.

Disebutkannya, kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) sendiri tetap mencatat surplus ditengah masih tingginya risiko di pasar keuangan global. Neraca transaksi berjalan mencatat surplus yang relatif besar dengan nilai ekspor yang lebih besar daripada impor.

"Namun surplus neraca transaksi modal dan finansial sedikit menurun akibat arus modal keluar portofolio asing sehubungan dengan sentimen negatif di pasar keuangan global akibat krisis utang Yunani dan kewajiban pembayaran utang luar negeri Pemerintah," jelas dia.

Beberapa waktu lalu  Deputi Gubernur BI Hartadi Sarwono menyatakan, cadangan devisa diperkirakan bakal turun karena digunakan untuk menahan nilai tukar agar tidak terus tersungkur akibat gempuran capital outflow.

'Emangnya Kita Miskin Ahli Moneter?'

Email Cetak PDF

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengamat ekonomi Icsanuddin Noorsy mengkritik sikap pemerintah yang hanya mengajukan satu calon Gubernur Bank Indonesia (BI), Darmin Nasution, ke DPR. Noorsy, kepada tribunnews, Kamis (3/6/2010), menyatakan, meski tidak dilarang dalam undang-undang, tetapi pengajuan calon tunggal BI 1 menunjukkan miskinnya bangsa Indonesia memiliki para ahli di bidang moneter.

"Munculnya satu nama cagub BI itu, pemerintah seakan menunjukkan miskinnya sumber daya manusia negara ini yang ahli di bidang moneter, dan DPR opsinya hanya menolak, menerima Pak Darmin. Atau, bisa saja meminta ke pemerintah tambah satu nama lagi cagub BI," ujar Noorsy.

Di sisi lain, pengajuan calon tunggal cagub BI, imbuh Noorsy, demokrasi di bidang moneter sudah mati. DPR berada di peta konflik karena hanya diberikan satu pilihan tanpa ada alternatif calon lain, mirip-mirip Orde Baru saat mengatakan Soeharto calon tunggal.

"Di era Reformasi seperti sekarang ini, masyarakat hendaknya diberi pilihan alternatif lain. Dalam pelaksanaan pilkada saja, kalau hanya calon tunggal yang maju, pasti tidak terlaksana. Meski memang, untuk pemilihan cagub BI ini tak ada UU yang dilarang. Paling tidak, demokrasi tetap hidup," papar Noorsy.

Sesuai dengan Pasal 41 UU 23 Tahun 1999, Gubernur, Deputi Gubernur Senior, dan Deputi Gubernur BI diangkat dan diusulkan Presiden dengan persetujuan DPR. "Dalam demokrasi Amerika saja, menegakkan demokrasi harus banyak pilihan. Tidak bisa satu nama. Ini kalau mau mencontoh Amerika, meski sebenarnya saya tidak suka dengan Amerika," sambungnya lagi.

Rabu (2/6/2010) sore kemarin, Wakil Ketua DPR Priyo Budisantoso memastikan Presiden SBY secara resmi sudah menyampaikan surat mengenai calon Gubernur Bank Indonesia. Dalam surat tertanggal 31 Mei 2010 itu, Presiden hanya mengusulkan satu nama, yaitu Darmin Nasution. Darmin pernah menjabat Dirjen Pajak dan kini masih sebagai Pjs Gubernur BI.

Valas untuk Bayar Utang Luar Negeri

Email Cetak PDF

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat menangkal kurs rupiah agar tak terjatuh, cadangan devisa Indonesia turun sebesar 4 miliar dollar AS dibandingkan tiga minggu silam, yang berjumlah 74,6 miliar dollar AS. Demikian hal ini disampaikan Pjs Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (3/6/2010) usai mengikuti rapat kabinet paripurna.

"Selain itu, uang itu juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan valas dalam rangka membayar utang luar negeri pemerintah," ujar Darmin. Terkait persiapannya menghadapi uji kepatutan dan kelayakan di DPR guna mengisi posisi gubernur BI, Darmin sempat memberikan bocorannya.

Dikatakannya, dirinya akan memaparkan upaya pengamanan intermediasi perbankan agar mampu mendukung pertumbuhan ekonomi yang direncanakan sesuai dengan APBN.

"Namun, tentunya bukan saja hanya pertumbuhan kreditnya yang bisa mendukung pertumbuhan itu, tapi juga kita akan berusaha supaya likuiditasnya jangan terlalu banyak, dan jangan juga terlalu kurang. Jika kurang, pasti tingkat bunga akan naik," katanya.